Budidaya Jeruk Bali

Tips Budidaya Jeruk Bali yang Menguntungkan, Cocok untuk Pemula!

duniakebun.com Budidaya Jeruk Bali dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Buah ini memiliki ukuran besar dan rasa khas. Kandungan air dalam bulirnya cukup banyak, memberi sensasi segar saat dimakan. Ciri khas jeruk bali adalah rasa manis asam dengan sedikit getir di lidah. Kulitnya tebal, mencapai 1 hingga 2 cm. Karena ketebalannya, kulit jeruk bali sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan kreatif. Jenis jeruk bali yang populer adalah jeruk bali nambangan, sri nyonya, dan madu atau bageng. Buah ini tumbuh baik di daerah beriklim tropis dengan sinar matahari yang cukup. Beberapa daerah terkenal sebagai penghasil jeruk bali. Magetan, Madiun, dan Pati menjadi sentra budidayanya. Jeruk bali madu, yang disebut juga jeruk bali Bageng, banyak dibudidayakan di Pati.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan sangat penting untuk keberhasilan budidaya jeruk bali. Lahan yang ideal memiliki tekstur tanah gembur dan kaya unsur hara. Sebelum menanam, tanah perlu diolah dengan cara dicangkul atau dibajak. Hal ini bertujuan memperbaiki aerasi tanah agar akar dapat tumbuh dengan optimal. Pengapuran dilakukan jika tanah bersifat terlalu asam. Pengapuran membantu menetralkan pH tanah sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi dengan lebih baik. Sistem drainase juga harus diperhatikan. Jeruk bali tidak tahan terhadap genangan air yang dapat menyebabkan akar membusuk. Oleh karena itu, bedengan atau saluran irigasi perlu dibuat untuk mencegah genangan.

“Baca juga: Panduan Lengkap Menanam Salak Pondoh agar Berbuah Lebat”

Pemilihan Bibit

Bibit yang berkualitas menentukan hasil panen yang maksimal. Anda dapat memperoleh bibit dari perbanyakan vegetatif seperti okulasi atau cangkok. Pilih bibit yang memiliki batang kokoh dan daun hijau segar. Selanjutnya, hindari bibit yang memiliki tanda-tanda penyakit atau pertumbuhan yang kurang baik. Bibit okulasi lebih disarankan karena memiliki pertumbuhan yang cepat. Selain itu, bibit hasil okulasi lebih tahan terhadap serangan penyakit dibandingkan bibit generatif. Kemudian, sebelum menanam, rendam bibit dalam larutan fungisida untuk mencegah infeksi jamur. Langkah ini penting untuk menjaga kesehatan bibit di awal pertumbuhannya. Oleh karena itu, lakukan perendaman dengan hati-hati. Dengan demikian, bibit akan lebih kuat dan siap untuk tumbuh. Lalu, pastikan larutan fungisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Setelah itu, keringkan bibit sebentar sebelum menanam. Akhirnya, tanam bibit di lokasi yang sudah disiapkan.

Penanaman

Penanaman jeruk bali sebaiknya mulai pada awal musim hujan. Air yang cukup membantu bibit beradaptasi dengan lingkungan baru dan mempercepat pertumbuhan akar. Selain itu, pemilihan lokasi yang mendapat sinar matahari penuh sangat penting agar tanaman tumbuh optimal. Selanjutnya, tentukan jarak tanam ideal sekitar 5×5 meter. Ruang yang cukup memungkinkan akar berkembang dengan baik dan mengurangi persaingan nutrisi antar tanaman. Kemudian, buat lubang tanam dengan ukuran sekitar 50x50x50 cm agar akar memiliki cukup ruang untuk berkembang.

Berikutnya, campur tanah galian dengan pupuk kandang sebelum gunakan kembali. Pupuk ini meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan nutrisi penting bagi tanaman. Lalu, tanam bibit dengan hati-hati agar akar tetap utuh dan tidak mengalami kerusakan. Setelah itu, masukkan bibit ke dalam lubang, timbun tanah perlahan dan tekan secara lembut. Tekanan yang cukup membuat bibit berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Selanjutnya, lakukan penyiraman pertama segera setelah penanaman untuk memastikan tanah tetap lembap. Perawatan awal sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, lakukan penyiraman rutin dan pemupukan yang tepat agar bibit berkembang lebih cepat dan menghasilkan buah berkualitas tinggi. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan hasil panen jeruk bali yang memuaskan.

Penyiraman yang Tepat

Melakukan penyiraman rutin sangat penting untuk menjaga kelembaban tanah. Tanaman jeruk bali perlu disiram setidaknya sekali sehari. Ketika sudah tumbuh besar dan subur, penyiraman tidak perlu terlalu sering. Jeruk bali cukup tahan terhadap kondisi kering. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan seminggu sekali. Hal ini bertujuan mengurangi risiko dehidrasi pada tanaman.

Pemupukan yang Optimal

Anda sangat menganjurkan pupuk kandang untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk ini memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi penting bagi tanaman. Anda memberikan pupuk secara rutin agar tanaman lebih sehat dan produktif. Pupuk kimia memang bisa mempercepat pertumbuhan, tetapi penggunaannya berlebihan justru merusak kesuburan tanah. Oleh karena itu, Anda harus mengkombinasikan pemakaian pupuk kimia dengan pupuk organik agar keseimbangan tanah tetap terjaga. Untuk mempercepat pertumbuhan daun, Anda bisa memberikan pupuk urea dalam dosis yang tepat. Pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan daun tumbuh terlalu lebat dan menghambat pertumbuhan buah. Oleh sebab itu, Anda harus memperhatikan takaran pupuk agar tanaman tetap seimbang.

Pupuk NPK sangat membantu dalam pembentukan batang, akar, dan buah. Unsur nitrogen dalam NPK merangsang pertumbuhan daun, sedangkan fosfor mendukung perkembangan akar yang kuat. Kalium dalam pupuk ini meningkatkan kualitas buah dan daya tahan tanaman terhadap hama serta penyakit. Pemupukan secara teratur sangat penting untuk menghasilkan panen yang optimal. Selain pupuk makro, tanaman juga membutuhkan pupuk mikro seperti magnesium dan kalsium. Kedua unsur ini mendukung proses fotosintesis dan memperkuat dinding sel buah. Kombinasi antara pupuk organik dan anorganik akan memberikan hasil terbaik. Dengan perawatan yang tepat, tanaman bisa tumbuh subur dan menghasilkan buah berkualitas tinggi.

“Simak juga: Nikmati Sensasi Manisnya Kolak Pisang Ala Rumahan dengan 7 Cara Ini!”

Pemangkasan

Anda melakukan pemangkasan untuk menjaga bentuk pohon agar tidak terlalu rimbun. Cabang yang tumbuh terlalu rapat bisa menghambat sirkulasi udara. Anda juga melakukan pemangkasan untuk membantu meningkatkan produksi buah. Sebaiknya memangkas cabang yang tidak produktif agar nutrisi dapat dialirkan ke bagian yang lebih produktif. Anda melakukan pemangkasan rutin setahun sekali. Anda menggunakan alat yang tajam dan steril untuk menghindari infeksi pada pohon.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Ulat sering kali membuat daun tanaman jeruk bali menjadi bolong. Anda dapat mengendalikan serangan ulat dengan penggunaan insektisida. Penggerek batang menyebabkan keluarnya getah dari batang tanaman. Anda dapat menggunakan pestisida sistemik untuk mengatasi penggerek batang. Pestisida ini bekerja dengan mengalir bersama getah tanaman. Selain hama, penyakit seperti busuk akar dan bercak daun juga sering menyerang tanaman. Anda dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan kebun dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi.

Masa Panen

Jeruk bali mulai berbuah pada usia tiga hingga empat tahun. Buah yang matang memiliki kulit yang mengkilap dan aroma khas. Panen dilakukan dengan cara memotong tangkai buah menggunakan gunting tajam. Hindari menarik buah langsung agar pohon tidak rusak. Setelah dipanen, buah disimpan di tempat yang kering dan sejuk. Penyimpanan yang baik dapat memperpanjang umur simpan jeruk bali.

Manfaat Jeruk Bali untuk Kesehatan

  • Menjaga Tekanan Darah
  • Kandungan kalium dalam jeruk bali membantu melepaskan ketegangan pembuluh darah. Hal ini dapat meningkatkan sirkulasi darah serta oksigen ke seluruh tubuh.
  • Meningkatkan Kekebalan Tubuh
  • Vitamin C dalam jeruk bali sangat tinggi. Satu buah jeruk bali dapat memenuhi 600 persen kebutuhan vitamin C harian.
  • Asam askorbat yang terdapat dalam jeruk bali memperkuat sistem imun. Kandungan ini membantu melawan pilek, batuk, dan infeksi bakteri.
  • Menjaga Kesehatan Tulang
  • Jeruk bali mengandung kalium yang membantu tubuh dalam penyerapan mineral. Hal ini penting untuk menjaga kepadatan dan kekuatan tulang.
  • Mengonsumsi jeruk bali dapat membantu mencegah osteoporosis dan risiko patah tulang.
  • Menyehatkan Sistem Pencernaan
  • Serat dalam jeruk bali sangat baik untuk sistem pencernaan. Mengonsumsi buah ini secara rutin dapat mencegah sembelit dan memperbaiki metabolisme tubuh.
  • Serat juga membantu mengontrol kadar gula darah, menjadikannya pilihan yang baik bagi penderita diabetes.